Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Featured Posts

Jumat, 19 Juli 2013

Jadilah padaku menurut perkataan-Mu

Halooo, udah lama banget nih nggak nulis diblog lagi. hehehe tapi akhirnya tulisan ini pun rampung juga. baiklah inilah hasil tumpahan tintaku. aku sedang berusaha dalam suatu proyek menulis dan berharap tulisanku bisa dibukukan. mohon doa dari saudara-saudara semua. dan terimakasih banyak sekali lagi karena telah mau mampir ke blog seadanya ini. Tuhan beserta-Mu. Amen.


Jadilah padaku menurut perkataan-Mu
Kisah ini berawal dari minggu akhir musim dingin. Dimana tangan Tuhan sibuk mencipta, menjaga dan merawat ciptaan-Nya. Para malaikat dan peri, suruhan Tuhan sibuk kesana kemari di bumi untuk mempersiapkan kedatangan musim semi. Alkisah disuatu padang rumput yang tertutup oleh es, hiduplah sebatang pohon Keben yang sudah lumayan tua. Batangnya kuat dan kokoh, akarnya besar dan tertutup oleh salju. Daun-daunnya rimbun melindungi penghuni pohon itu dari salju. Batangnya memiliki cabang dan ranting yang sangat banyak. Pohon itu layaknya hotel bagi para serangga. Para malaikat terus bernyanyi dan memberikan cahaya pada padang rumput itu agar isinya dapat bertahan sampai musim semi datang.
Disalah satu cabang pohon itu hiduplah dua ekor ulat. Semenjak menjadi telur mereka selalu bersama. Dipohon ini telah terjadi banyak proses kehidupan, mereka pun juga menjadi saksi untuk melihat kawan-kawan seperjuangan mereka yang telah mendahului mereka menjadi kupu-kupu. Kedua ulat itu pun menanti waktu dimana Tuhan akan memanggil mereka untuk berubah. Saat matahari pagi menyapa dihari ke dua puluh lima musim dingin, para peri berdatangan dan menyebar keseluruh bumi. Salah satu peri datang berkunjung kerumah para serangga itu.
“Selamat pagi semua. Hari yang cerah.” Peri sibuk terbang kesana kemari diantara cabang-cabang pohon untuk membangunkan para serangga.
“Hai, peri.” Jawab beberapa serangga yang sudah bangun. Peri mengatur cahaya matahari untuk menghangatkan para serangga.

Jumat, 19 Oktober 2012

Triple Filter Test


Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat. Suatu hari seorang kenalannya bertemu denga filsuf besar itu dan berkata, "Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?"
"Tunggu beberapa menit," Socrates menjawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan meberikan suatu test sederhana. Ini disebut Triple Filter Test."
"Triple filter Test?"

1000 Hari Sabtu


Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

SESUAIKAH UNTUKMU ?


Apa yang terjadi apabila suatu hari Anda ditawari sebuah tawaran investasi yang menarik tetapi membutuhkan modal yang super besar?
Inilah yang dialami oleh John kemarin. Saat menghadiri sebuah gathering di salah satu cafe di kawasan pusat Surabaya kemarin, John ditawari oleh seorang rekannya untuk menjadi salah satu investor di sebuah network marketing. Tidak tanggung-tanggung, minimal investasinya dipatok seratus juta ke atas!! Sedangkan latar belakang John adalah seorang karyawan biasa dengan penghasilan per bulan tidak sampai lima juta rupiah.

Ruwet tapi Indah


Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Pencipta Sejarah


Suatu Minggu pagi, salju menyelimuti Colchester di Inggris. Semula John Egglen berniat tinggal di rumah, sebab berjalan kaki hampir 10 kilometer ke gereja dalam cuaca bersalju tidaklah mudah. Namun, tanggung jawab sebagai diaken membuatnya berubah pikiran. Di gereja, hanya 12 jemaat yang hadir dan satu jiwa baru -- seorang remaja 13 tahun. Pendeta tidak bisa datang karena rumahnya tertimbun salju. Sebagian jemaat menyarankan kebaktian ditiadakan. Namun, Egglen tetap mengadakan kebaktian. Karena pendeta tidak hadir, Egglen pun berkhotbah. Khotbahnya begitu buruk, sebab ia memang tak bertalenta di situ dan baru pertama kali berbicara di depan banyak orang. Namun, setelah mendengar khotbah itu, remaja tersebut menyerahkan diri kepada Tuhan.

Mike Mohede - Tuhan Dengar Doaku


Mengenalmu di hidupku
Anug'rah indah bagiku
Dan tak akan pernah terganti

BersamaMu kujalani
Hidup yang sungguh berarti
Kau b'rikanku kasih sempurna

Ku tahu Tuhan dengar... doaku
Ku tahu Tuhan dengar... peluhku
Dan kau b'rikan rohMu
Yang s'lalu kuatkanku

Ku tahu Tuhan lihat... semua
Tetes air mata... dan luka
Dan ku tahu pasti
Yesus yang belaku
Posting Lama Beranda
"Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya."