Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Senin, 13 Agustus 2012

Baptislah aku dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus


Ingat kah kalian kapan kalian di baptis?. Setiap orang selalu mengalami pengalaman yang ajaib dari Tuhan saat pertama kali menemukanNya atau lebih tepatnya saat Ia menemukanmu. Ya, setiap orang yang mengaku Kristen jika anda menanyakan peristiwa yang mereka alami pasti berbeda-beda. Tetapi Tuhan berhasil membuat hal itu selalu berkesan bagi individu manusia itu sendiri.  Pengalaman itu pun saya mengalaminya. Bagi saya kisah itu selalu berkesan untuk diingat kembali.


Baiklah, seperti ini kisah saya.  Saya dilahirkan di keluarga yang sederhana saja. Waktu itu saya masih berumur sekitar 7 atau 8 tahunan. Sama seperti anak kecil lainnya mereka tidak mengerti apa yang terjadi di luar. Mereka belum mengenal bagaimana kerasnya dunia. Dan iya yang saya tahu keluarga saya, mama dan papa hidup harmonis sampai kau memakai kacamatamu dan melihat apa keasliannya.  Hmm, tapi sebaiknya kita tidak pergi ke masalah konflik dalam hidup saya, ya saya pikir akan ada artikel lain yang menunggu cerita hidup saya itu.
Kalian tahu, setiap teman-temanku selalu mengikuti agama orang tua mereka. Orang tuamu beragama Katolik atau Kristen atau non-kristen dan kau lahir ditengah mereka. Dan mereka mengajarkanmu agama mereka dan yup otomatis kalian memeluk agama orang tua kalian.  Tapi apakah setelah kalian memeluk agama orang tua kalian, kalian telah mengalami puncak pertemuan dengan Allah sendiri, dimana kalian benar-benar rindu dan menjadikan Tuhan sebagai andalan kalian?.
Aku tidak tahu apa yang terjadi pada orang-orang, tapi kupikir mungkin ada yang mengalaminya.  Agama, waktu kecil pun aku tak mengerti apa sih itu. Di raport TK-ku agamaku Budha. Tapi ya aku tidak pernah bersembahyang atau pergi beribadah ke tempat ibadat orang Budha.  Aku masih ingat kata-kata mama, “nggak apa-apa, nanti kalau udah besar bisa pilih sendiri”. Itu yang kutanyakan soal agama diraport TK-ku. Itu karena pada saat itu tidak ada agama khong hu chu. Iya, mama dan papaku adalah keturunan orang tiong hoa. Dan jika ku akui dulu aku benar-benar benci menjadi orang keturunan cina atau menjadi anak mereka. Sampai SMA aku pun masih saja di olok-olok karena ras ku. Mereka meneriaki aku di jalan atau memanggilku dengan menurutku itu tidak sopan dan aku tidak suka. Menurutku mereka membeda-bedakan aku dengan mereka. Memang kenapa sih kalau jadi orang cina? kenapa kalian benci banget sama aku?. Ya itulah pemikiran aku mulai dari TK, bahkan sampai SMA pun, masih ada juga yang meneriaki atau memanggilku “hei, cina”, atau “cina loleng makan kaleng”. Kalian tahu itu sangat menyakitkan dan aku sangat benci itu.  Aku selalu menyesal dilahirkan dikeluargaku saat ini. Aku selalu berharap bisa bertukar tubuh dengan orang lain lalu pergi dan hidup bahagia di belahan dunia yang lain.  
Tapi kalau kalian melihat sosokku yang sebenarnya, wow it”s much better. Kalian tahu kenapa? itu semenjak aku mengenal seseorang bernama Yesus Kristus. Ya, Ia tidak peduli kamu orang apa, mau kaya atau apa, yang Ia tahu adalah Ia menemukanku, dombanya yang terpisah dari kawanan dombaNya yang lain. Mari kuceritakan bagaimana bisa aku benar-benar mengikutiNya. Papaku adalah seorang yang keras, bertangan dingin, dan satu hal ia tidak percaya pada Tuhan. Di ktp-nya agamanya adalah Budha tapi menurutku ia sebelumnya Atheis. He doesn’t believed God. Mamaku adalah seorang Wanita yang tegar tapi sebenarnya hatinya rapuh. Ia sebelumnya beragama Kristen Pantekosta. Semua hal unik itu berawal pada saat malam natal. Malam itu kakakku pergi kegereja. Dan aku yakin sekali aku tidaklah akrab dengan dia. Tapi aku memaksa mau ikut. And then, Papa mengantarkan aku ke gereja agar aku menyusul kakakku yang sudah duluan disana. Yang aku ingat aku sampai digereja sudah hampir  mencapai setengah struktur misa. Sesampainya disana kau duduk dan ya seperti merasa wow, aku menerawang kelangit-langit bangunan gereja. Dindingnya putih, ada kursi panjang coklat dan orang-orang ramai memegang lilin. Dan ada pohon natal besar juga salib besar ditengah atas altar. Suara koor yang merdu. Dan alhasil aku tertidur lelap mendengar nyanyian yang begitu lembut juga karena sudah tak tahan untuk tidur. Itu waktu aku mungkin kelas 2 SD.  
Aku resmi dibaptis pada saat mungkin kelas 4 SD. Aku, kakakku juga mama resmi di baptis. Aku juga memiliki nama baptis dan jika mungkin kalian mendengar nama ini akan terdengar sangat aneh. Maklum lah aku sendiri yang menambahkan nama ini, huft pemikiran anak SD. Akupun menerima sakramen ekaristi dalam waktu yg tak terlalu lama. Kalian tahu, aku tidak pernah menyadari apa yang diberikan Tuhan padaku. Manusia yang tidak peka dan tidak bersyukur. Aku berhasil jadi juara I ujian nasional di SD ku. Tapi semua kebahagiaan itu terlalu mengawang-ngawang aku hingga aku lupa untuk terus belajar dan berusaha. Terlalu sombong.
Di SMP prestasiku menurun, suka membantah orang tua padahal aku tidak tahu bahwa mamaku hidupnya lebih sulit dari aku. Juga sering berbohong. Aku pernah keluar dari rumah, berjalan dengan teman tanpa memberi kabar. Dan ternyata semua orang rumah mencari aku. Aku sadar telah membuat repot banyak orang. Kehidupan SMP dan SMA kujalani biasa-biasa saja, tanpa mencetak suatu prestasi apapun dan selalu tidak pernah bersyukur. Aku selalu menyalahkan Tuhan karena  semua doa, keinginan dan permohonanku tak kunjung terkabul. Umur 15 tahun aku menerima sakramen krisma. Tapi aku masih belum menemukan titik kerinduan terhadap Tuhan. Banyak yang terjadi dan ku alami tapi aku belum menemukan titik itu. Mulai saat aku melihat patung bunda maria yang menangis pada saat aku berdoa. Saat itu aku berdoa kusyuk sekali ada banyak masalah yang kualami di sekolah. Aku sudah menceritakan ini ke orang lain tapi orang-orang malah mentertawakanku. Entah sejak kapan. aku menyadari kehadiran manusia, makhluk hidup lain dan bahkan bukan. Mungkin itu karena sugesti atau setiap manusia juga dapat merasakannya. Melihat aura manusia. Waktu itu sih teman cowok sekelasku yang jadi bahan eksperimenku. Dan ya, sampai sekarang aku  melihat aura/cahaya yang berasal dari tubuh manusia. Mencium wewangian yang teman-teman disaat dan tempat yang sama denganku tidak menciumnya. Mungkin hidungku yang bermasalah atau hidung mereka. Dan yang teranyar adalah ini lucu sekali. Aku mendengarkan kata-kata mereka, kata hati, bahkan bisikan mereka aku mendengarnya. Ini sempat membuatku gila, aku pikir aku diikuti makhluk halus atau roh jahat. Kurasa disinilah titik kerinduanku, aku menrindukan sosok seorang teman yang paling mengerti keadaanku dan memberitahukanku apa sebenarnya yang sedang terjadi. Hmm, diantara kalian yang membaca tulisanku ini jika kalian mengalami hal yang sama tolong email aku ya hehe. Aku hanya ingin memastikan saja ya bahwa mungkin semua manusia mengalaminya.
Baiklah, kembali pada intinya. Mukjizat yang kualami adalah kualami pada saat pengumuman tes SNMPTN. Haha itu kualami ketika roda kehidupan berputar ke bawah. Saat mama susah mencari uang. Malam sebelum pengumuman kelulusan aku berdoa dari hati yang terdalam dan aku selalu sadar aku sebagai manusia hanya datang pada Tuhan disaat aku menginginkan suatu hal. Selalu saja meminta maaf atas dosa dan besok hari engkau mengulanginnya lagi. Katanya ingin bertobat tapi berikutnya engkau lupa dan selalu bilang “alah, besok aja tobat”. Hahaha pikiran manusia memang picik. Tapi malam itu doaku adalah “Tuhan Yesus, berikanlah aku Mukjizat. Terserah deh apapun jurusannya yang penting lulus. Mau yang mana saja jurusannya aku yakin itulah jalan yang engkau pilihkan. Aku benar-benar ingin kuliah, Tuhan”. Wow, doa yang sungguh naïf mungkin ya. Tapi Mukjizat itu nyata dan sekarang aku benar-benar kuliah. Thank u, My Lord! Aku bukanlah apa-apa tanpaMu.
Oke, now back to the basic. Kali ini tentang sakramen baptis. Saya telah mengambil beberapa artikel tentang sakramen baptis. Aku harap kalian menyukainya dan semoga bermanfaat. Syalom. Damai Tuhan Bersamamu.
        “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (Matius 28:18-20).
1. Apa itu Sakramen Baptis?
Sakramen adalah tanda rahmat ilahi yang diadakan Kristus demi keselamatan manusia. Dengan sakramen ini ditanakan dan dihasilkan rahmat yang dimohon oleh Gereja. Maka sakramen juga disebut tanda dan sarana rahmat.
Banyak orang Protestan mengatakan dan percaya bahwa Baptis hanya sebuah simbol. Dalam Gereja Katolik Baptisan tidak hanya sebagai simbol tetapi adalah sebuah sakramen. Baptisan (menurut Gereja Katolik) membuat kita lahir baru. Dasar kitab suci dari ajaran tentang baptis ini cukup banyak antara lain:
Yohanes 3:5 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" pada ayat ini Yesus menekankan pentingnya Baptis sebagai jalan untuk masuk dalam Kerajaan Allah. Dalam Kis 2:38 Rasul Petrus mengatakan "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." Rasul Petrus menekankan perlunya Baptis untuk pengampunan dosa dan syarat untuk menerima karunia Roh Kudus.
Rasul Paulus dalam Titus 3:5 "Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus", lalu dalam Kis 22:16 "Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!"
Baptis merupakan langkah pertama dan utama menjadi seorang Kristen. Baptis merupakan sakramen. Dalam sakramen, Tuhan mempergunakan benda-benda biasa seperti air, roti, minyak dan juga tindakan-tindakan tertentu untuk berbicara secara langsung kepada jiwa kita. Kita semua dilahirkan ke dalam dunia yang telah ternoda oleh ketidakacuhan dan ketamakan. Itulah yang disebut “Dosa Asal”.
Dalam Sakramen Baptis, air dituangkan atas kita. Hasilnya sama. Kita secara perlahan-lahan dilebur menjadi satu dalam Kristus, namun kita tidak kehilangan identitas pribadi kita. Kita mempersatukan hidup kita dengan hidup-Nya. Kita menjadi bagian dari-Nya dan Ia menjadi bagian dari kita. Pembaptisan hanyalah merupakan awal dari suatu proses sepanjang hidup untuk bersatu dengan Yesus. Hendaknya kita tidak hanya mempersatukan diri dengan-Nya secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual juga. Doa, membaca Kitab Suci dan menerima sakramen-sakramen merupakan bagian dari proses tersebut.
Dengan kata lain, Baptis bukan hanya sekedar upacara belaka. Baptisan bukan perbuatan manusiawi belaka tetapi baptis adalah tanda dan sarana Rahmat Allah (yaitu kelahiran/hidup baru) dimana Allah berkarya melalui para pelayan (Imam, Diakon, dll) yang membaptis. Baptis merupakan awal dari usaha sepanjang hidup untuk berubah agar dapat bersatu dengan Yesus. Tujuan akhirnya adalah kita akan berbagi hidup dan kuasa dengan-Nya di dunia ini dan kelak selama-lamanya di surga. Jadi Baptisan adalah karya Allah sendiri yang mencurahkan Roh Kudus-Nya. Baptisan tidak dapat dibedakan/dipisahkan dari Iman kepada Yesus dan dari Pencurahan Roh Kudus.

2. Siapa saja yang boleh membaptis?
Pada umumnya hanya seorang uskup, imam atau diakon tertahbis yang dapat membaptis seorang menjadi Katolik. Tetapi, dalam keadaan darurat, siapa pun dapat dan wajib melakukannya.

3. Sakramen apa saja yang dapat diterima sekali seumur hidup?
Sakramen yang hanya dapat diterimakan satu kali seumur hidup:
1. Sakramen Baptis
Sakramen baptis adalah sakramen pertama yang diterima oleh seorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik.
2. Sakramen Krisma
3. Sakramen Imamat
4. Katanya Sakramen Baptis itu adalah Sakramen Inisiasi. Apa itu Inisiasi?
Sakramen baptis adalah sakramen pertama dalam inisiasi Katolik. Inisiasi adalah penerimaan seseorang masuk ke dalam atau menjadi anggota kelompok tertentu. Inisiasi Kristen adalah seluruh proses menjadi orang Kristen. Sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik terdiri dari 3:
1. Sakramen Baptis
2. Sakramen Ekaristi
3. Sakramen Krisma

5. Bagaimana tahap-tahap menerimakan sakramen baptis?
3 Tahap Inisiasi Katolik :
1) Masapra-katekumenat/simpatisan menjadi Katekumen
      Masa pemurnian motivasi calon, dituntut pertobatan dan iman.
2) Masa Katekumen menjadi Calon Baptis
Masa perkembangan iman calon baptis, merupakan masa pengajaran dan pembinaan iman
3) Masa Calon Baptis menjadi Baptisan baru
Masa persiapan baptisan dan penerimaan menjadi angota Gereja Katolik.

6. Apakah syarat untuk menerimakan sakramen baptis tersebut?
Untuk dibaptis, seseorang harus percaya dan beriman kepada Kristus. Percaya kepada Kristus berarti hidup sesuai dengan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sakramen baptis sesorang dilahirkan kembali dalam air dan Roh. Lilin bernyala yang diterima oleh baptisan baru dalam upacara sakramen baptis merupakan lambang baptisan baru yang sudah diterangi oleh Kristus dan harus senantiasa berusaha hidup dalam terang Kristus. Sesudah dibaptis, para baptisan baru menerima/mengalami masa pembinaan iman sebagai baptisan baru yang disebut mistagogi.

7. Hal apa sajakah yang kita dapat dari sakramen baptis?
Buah atau rahmat sakramen baptis :
1. Mendapat pengampunan dari segala dosa, baik dosa asal maupun dosa yang dibuatnya.
2. Menjadi ciptaan baru dan dilantik menjadi anak Allah.
3. Memperoleh rahmat pengudusan yang: a. Membuatnya sanggup semakin percaya kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan mencintaiNya. b. Membuatnya hidup dibawah bimbingan dan dorongan Roh Kudus. c. Membuatnya sanggup bertumbuh dalam kebaikan.
4. Digabungkan menjadi anggota Gereja, sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus.
5. Dimateraikan secara kekal dalam sebuah materai rohani yang tak terhapuskan, sebagai bagian dari Kristus.

8. Apakah baptisan itu banyak ragamnya?
Macam-Macam Baptisan:
-Baptisan bayi:
Baptisan yang diterima saat masih bayi
-Baptisan dewasa:
Baptisan yang diterima saat sudah dewasa
-Baptisan rindu:
Saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia meninggal. Maka ia sudah menerima baptisan rindu.
-Baptisan darah:
Saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal karena membela imannya.

9. Apa itu wali baptis?
Setiap calon baptis harus mempunyai wali baptis, namun demikian hal ini bukan demi sahnya pembaptisan. Tanpa wali baptis, pembaptisan tetap sah. Wali Baptis memiliki dua peran utama:
1. Saksi upacara pembaptisan;
Dalam pembaptisan, wali baptis bertindak sebagai wakil umat/jemaat. Oleh karena itu, biasanya ada beberapa persyaratan yang bersifat umum yang ditetapkan oleh gereja setempat untuk para wali baptis ini.
2. Melindungi anak baptis.
Peran kedua membutuhkan jauh lebih banyak keterlibatan, yaitu hubungan yang berkelanjutan dengan si anak. Mungkin kita menginginkan seorang teman atau sanak-saudara yang tinggal jauh untuk menjadi wali baptis, tetapi sungguh lebih baik memilih wali baptis yang dapat bertemu dengan anak secara teratur.
10. Bagaimana jika yang dibaptis adalah bayi?
Ketika seorang bayi/anak dibaptis, keputusan untuk menjadi orang Katolik merupakan keputusan orangtua. Gereja mengijinkan pembaptisan anak-anak karena tanggung-jawab iman anak ada dalam tangan orangtua berkat Sakramen Perkawinan. Maka, tugas utama orangtua adalah membantu anak supaya perlahan-lahan keputusan untuk menjadi orang Katolik adalah keputusan pribadinya. Tugas ini berat, sehingga Gereja menganjurkan perlu adanya wali baptis. Artinya, tugas lain dari wali baptis adalah ambil bagian dalam tugas dan tanggung jawab orangtua tersebut.

11. Apakah perbedaan baptisan Yesus dan baptisan kita?
Perbedaan Baptisan Yesus dan baptisan kita adalah Kitab Suci pernah menceritakan bahwa Yesus dibaptis disungai Yordan oleh Yohanes pembaptis. Baptisan Yesus dan baptisan yang kita terima tidak sama. Baptisan kita adalah baptisan pertobatan sedangkan baptisan Yesus adalah bentuk solidaritas Yesus dengan manusia yang selalu berdosa. Yesus tidak membutuhkan pertobatan, karena Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (sama dalam segala hal dengan manusia kecuali dalam hal dosa).

Sumber :
Puji Syukur. Hlmn 105.
YESAYA: www.indocell.net/yesaya


0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
"Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya."